Get this widget!
Pencarian
 
 

Display results as :
 

 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Ready Stock Guci Emboss Burger Trisensa
by renaldy Tue Feb 28, 2017 8:25 am

» Ready Stock Ember 12 Galon + Tutup Pc-10 Lion Star
by renaldy Mon Feb 27, 2017 8:35 am

» Ready Stock Crystal F6937s Soga
by renaldy Sat Feb 25, 2017 8:40 am

» Ready Stock Corong Ld-01 6cm
by renaldy Fri Feb 24, 2017 8:19 am

» Ready Stock Excel Container L-4 Xc-12 Lion Star
by renaldy Thu Feb 23, 2017 8:51 am

» Ready Stock Baterai Alkaline AA Abc
by renaldy Wed Feb 22, 2017 8:31 am

» Ready Stock Baskom No. 18 Komet Star
by renaldy Tue Feb 21, 2017 8:33 am

» Ready Stock Kursi High Stool G-6 Lion Star
by renaldy Mon Feb 20, 2017 8:27 am

» Ready Stock Bak Segi 302 Komet Star
by renaldy Sat Feb 18, 2017 8:26 am

» Ready Stock Bak Basin Usa 27 Ba-26 Lion Star
by renaldy Fri Feb 17, 2017 8:25 am

Flor Advertising
free forum

free forum

free forum

RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 



Agar Batita Tetap Dekat dengan Orangtua Bekerja

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Agar Batita Tetap Dekat dengan Orangtua Bekerja

Post by FLOR_ID on Sun Oct 07, 2012 2:16 pm

Agar Batita Tetap Dekat dengan Orangtua Bekerja



+++++

Ibu bekerja punya pilihan, apakah tetap bekerja setelah melahirkan atau memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin fokus merawat si kecil hingga usia tertentu. Kalau pun Anda memilih berhenti bekerja untuk fokus merawat anak, tapi kemudian ingin kembali bekerja, tak ada salahnya.

Namun memang, tak mudah bagi ibu yang memutuskan fokus merawat anak untuk kembali bekerja. Kekhawatiran mulai muncul, terutama ketika harus meninggalkan batita di rumah. Apakah memilih menitipkan anak di daycare atau mempekerjakan PRT, mana yang lebih baik?

Play therapist dan psikolog Dra Mayke S Tedjasaputra, MSi menyarankan, dengan kondisi ibu tidak bekerja dan punya dua anak (tiga tahun dan 10 bulan misalnya), sebaiknya Anda kembali bekerja setelah si bungsu berusia dua tahun. Pertimbangannya, anak mempunyai waktu cukup banyak untuk berinteraksi dengan ibunya.

Menurut penelitian, sampai anak berusia dua tahun dibutuhkan interaksi yang intensif dengan pengasuh utama (biasanya ibu) sebagai landasan untuk perkembangan bahasa, yang akan berdampak pada perkembangan kognisi dan emosi yang sehat. Walaupun bukan berarti bila anak berusia di atas dua tahun tidak lagi membutuhkan interaksi dengan ibunya.

Selain itu, jika selama ini Anda tak dibantu PRT dalam mengurus anak, kehadiran PRT akan menjadi orang asing bagi anak. Apabila Anda harus kembali bekerja padahal usia si bungsu baru satu tahun, lebih baik titipkan anak di daycare, dengan program maupun pelaksanaan programnya menunjang perkembangan anak.

Daycare yang baik menjamin kesehatan dan kebersihan anak, memberikan stimulasi yang sesuai untuk anak, melatih anak mandiri dan mampu bersosialisasi, membantu anak belajar regulasi diri yang berfungsi penting bagi perkembangan kepribadiannya.

Lantas, bagaimana melepas anak tapi ia tetap bisa dekat dengan orangtuanya? Mayke menyarankan, setiap hari sisihkan waktu minimum 15-30 menit untuk berinteraksi dengan anak, mengajaknya bermain, menemani tidur sambil bercerita, dan sebagainya. Selain itu, jangan membiarkan anak tidur bersama pengasuhnya, dan usahakan agar orangtua (ibu) adalah orang pertama yang tahu banyak mengenai perkembangan dan kebutuhan anaknya, sehingga anak merasa lebih nyaman bila bersama ibunya.


sumber: kompas.com
avatar
FLOR_ID
Flor Habbit
Flor Habbit

Jumlah posting : 135
Points : 419
Reputation : 6
Join date : 30.09.12
Age : 32
Lokasi : Bandung

Lihat profil user http://www.dennymartha.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik