Get this widget!
Pencarian
 
 

Display results as :
 

 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Ready Stock Guci Emboss Burger Trisensa
by renaldy Tue Feb 28, 2017 8:25 am

» Ready Stock Ember 12 Galon + Tutup Pc-10 Lion Star
by renaldy Mon Feb 27, 2017 8:35 am

» Ready Stock Crystal F6937s Soga
by renaldy Sat Feb 25, 2017 8:40 am

» Ready Stock Corong Ld-01 6cm
by renaldy Fri Feb 24, 2017 8:19 am

» Ready Stock Excel Container L-4 Xc-12 Lion Star
by renaldy Thu Feb 23, 2017 8:51 am

» Ready Stock Baterai Alkaline AA Abc
by renaldy Wed Feb 22, 2017 8:31 am

» Ready Stock Baskom No. 18 Komet Star
by renaldy Tue Feb 21, 2017 8:33 am

» Ready Stock Kursi High Stool G-6 Lion Star
by renaldy Mon Feb 20, 2017 8:27 am

» Ready Stock Bak Segi 302 Komet Star
by renaldy Sat Feb 18, 2017 8:26 am

» Ready Stock Bak Basin Usa 27 Ba-26 Lion Star
by renaldy Fri Feb 17, 2017 8:25 am

Flor Advertising
free forum

free forum

free forum

RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 



Kalau Mau Nikah Jangan Ragu, Bisa Berujung Perceraian

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kalau Mau Nikah Jangan Ragu, Bisa Berujung Perceraian

Post by FLOR_ID on Sun Oct 07, 2012 9:38 pm

Kalau Mau Nikah Jangan Ragu, Bisa Berujung Perceraian



+++++

Ini peringatan bagi wanita yang hendak melepas status single-nya. Kaum Hawa jangan pernah mengabaikan perasaan ragu-ragu yang muncul sebelum pernikahan. Menurut sebuah hasil penelitian, orang yang ragu-ragu sebelum pernikahannya cenderung memilih bercerai. Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Family Psychology seperti dikutip laman Dailymail, Jumat (14/9).

Penelitian ini merupakan yang pertama kalinya menguji apakah keraguan mengarah pada pernikahan yang bahagia dan perceraian. Dan psikolog melaporkan bahwa keraguan sering menjadi tanda peringatan akan terjadi sebuah masalah jika tetap memilih pernikahan.

Penelitian yang dilakukan University of California, Los Angeles, menunjukkan bahwa ragu-ragu sebelum menikah, khususnya bagi kaum wanita, bisa memprediksikan tingginya tingkat perceraian dan mengurangi kepuasan dalam pernikahan pada tahun selanjutnya. Justin Lavner, seorang kandidat doktor dalam psikologi UCLA dan penulis utama studi tersebut, mengatakan: "Orang-orang berpikir semua orang memiliki keraguan pranikah dan Anda tidak perlu khawatir tentang mereka".

"Kami menemukan memang ragu-ragu umum terjadi tetapi tidak berbahaya. Pengantin wanita yang ragu-ragu sebelum pernikahan mereka dua setangah kali lebih mungkin untuk bercerai pada empat tahun kemudian tanpa keraguan," katanya. Menurutnya, beberapa pasangan suami istri yang awalnya ragu-ragu, setelah menikah empat tahun kurang puas dengan pernikahan mereka dibandingkan pasangan yang tidak ragu-ragu. "Anda tahu sendiri, pasangan Anda dan hubungan Anda dibandingkan orang lain. Jika Anda merasa gugup tentang itu, perhatikanlah," ungkapnya.

Pada penelitian itu, para psikolog mempelajari 464 pasangan pengantin baru, 232 pasangan di Los Angeles baru menjalani pernikahan beberapa bulan pertama. Kemudian mereka menindaklanjutinya dengan menyurvei pasangan itu setiap enam bulan selama empat tahun.

Pada saat pernikahan, usia rata-rata para suami adalah 27 tahun dan usia rata-rata istri adalah 25 tahun. Para pasangan itu ditanyakan "Apakah Anda yakin atau ragu-ragu untuk menikah?". Pada wawancara awal mereka, 47 persen dari suami dan 38 persen istri berkata ya. Beberapa wanita, 19 persen dari mereka yang melaporkan ragu-ragu sebelum menikah memilih bercerai empat tahun kemudian, dibandingkan 8 persen dari mereka yang tidak ragu-ragu. Untuk suami, 14 persen yang merasa ragu-ragu sebelum menikah juga bercerai empat tahun kemudian, dibandingkan dengan 9 persen yang tidak merasa ragu-ragu.

Keraguan terbukti menjadi faktor penentu, terlepas dari bagaimana dengan kepuasan mereka dalam berhubungan saat diwawancarai, apakah orang tua mereka bercerai, apakah pasangan itu hidup bersama sebelum menikah. Dalam 36 persen dari pasangan, suami dan istri tidak memiliki keraguan tentang menikah. Pada pasangan itu, enam persen bercerai dalam waktu empat tahun. Ketika suami mereka ragu-ragu, 10 persen mengalami perceraian.

Ketika hanya istri yang ragu-ragu, 18 persen pasangan bercerai. Ketika kedua pasangan memiliki keraguan, 20 persen dari pasangan bercerai. Menurut Lavner, temuan ini memberitahukan ketika wanita ragu-ragu sebelum pernikahan mereka, ini tidak boleh dibiarkan begitu saja."Jangan berasumsi keraguan Anda akan hilang atau cinta bisa mengalahkan kekhawatiran Anda. Tidak ada bukti bahwa masalah dalam pernikahan segera pergi dan dapat berjalan lebih baik. Jika ada, masalah cenderung lebih berkembang," jelasnya.

sumber: seruu.com
avatar
FLOR_ID
Flor Habbit
Flor Habbit

Jumlah posting : 135
Points : 419
Reputation : 6
Join date : 30.09.12
Age : 32
Lokasi : Bandung

Lihat profil user http://www.dennymartha.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik