Get this widget!
Pencarian
 
 

Display results as :
 

 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Ready Stock Guci Emboss Burger Trisensa
by renaldy Tue Feb 28, 2017 8:25 am

» Ready Stock Ember 12 Galon + Tutup Pc-10 Lion Star
by renaldy Mon Feb 27, 2017 8:35 am

» Ready Stock Crystal F6937s Soga
by renaldy Sat Feb 25, 2017 8:40 am

» Ready Stock Corong Ld-01 6cm
by renaldy Fri Feb 24, 2017 8:19 am

» Ready Stock Excel Container L-4 Xc-12 Lion Star
by renaldy Thu Feb 23, 2017 8:51 am

» Ready Stock Baterai Alkaline AA Abc
by renaldy Wed Feb 22, 2017 8:31 am

» Ready Stock Baskom No. 18 Komet Star
by renaldy Tue Feb 21, 2017 8:33 am

» Ready Stock Kursi High Stool G-6 Lion Star
by renaldy Mon Feb 20, 2017 8:27 am

» Ready Stock Bak Segi 302 Komet Star
by renaldy Sat Feb 18, 2017 8:26 am

» Ready Stock Bak Basin Usa 27 Ba-26 Lion Star
by renaldy Fri Feb 17, 2017 8:25 am

Flor Advertising
free forum

free forum

free forum

RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 



Mahasiswi Surabaya Rancang Tas Bisa "Nge-Charge"

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mahasiswi Surabaya Rancang Tas Bisa "Nge-Charge"

Post by FLOR_ID on Fri Oct 12, 2012 2:30 am

Mahasiswi Surabaya Rancang Tas Bisa "Nge-Charge"



+++++

Tiga mahasiswi Surabaya berhasil menciptakan "backpack" (tas punggung) yang bisa menghasilkan energi listrik. Ketiganya merupakan mahasiswi jurusan Desain Manajemen Produk (Fakultas Industri Kreatif) dan Jurusan Teknik Industri (Fakultas Teknik) Universitas Surabaya.

"Pemakainya bisa menggunakan tas itu untuk mengisi ulang baterai alat-alat elektronik, seperti laptop, IPad, ponsel, atau lainnya," kata mahasiswi Jurusan Teknik Industri angkatan 2010, Evita Tania. Didampingi dua rekannya Stella Felicia (Desain Manajemen Produk 2010) dan Cindy Eleanora (Desain Manajemen Produk 2011), ia mengemukakan hal itu tentang karya mereka yang memenangkan gelar "Best of the Best" pada Lomba Perancangan Tas Nasional 2012 di Bandung pada awal Oktober 2012.

"Listrik itu dihasilkan dari energi kinetik (gerakan tubuh pemakainya), karena itu tas listrik itu bisa saja disebut sebagai green energy (energi hijau), karena ramah lingkungan. Sebagai prototipe, backpack ini diberi nama "Kinetic Ver 1.0" (Green Kinetic Energy Providing Electricity Backpack)," katanya. Menurut Evita, banyak pengguna "backpack (khususnya mahasiswa) yang membawa laptop, ponsel, charger, dan gadget lainnya dan masalah yang sering dihadapi adalah kebutuhan listrik untuk "men-charge" baterai gadget mereka.

"Sumber listrik tidak selalu berada di dekat mereka saat dibutuhkan. Masalah sering muncul ketika ponsel, laptop atau gadget mereka low batt (kehabisan baterai) dan mereka harus mencari sumber listrik," katanya. Mengisi baterai mengharuskan mereka diam, menunggu, atau meninggalkan gadget di satu tempat untuk beberapa waktu (jam), sehingga mereka akhirnya mencari cara agar pengguna "backpack" mudah men-charge gadget mereka.

"Dari pengamatan, saat berjalan, naik kendaraan (misalnya sepeda motor), dan melakukan aktivitas lainnya, pengguna backpack pasti mengeluarkan energi kinetik. Energi itu terbuang sia-sia," katanya. Dari sini muncul ide membuat "backpack" yang dapat menyimpan energi listrik untuk "men-charge" gadget (ponsel, laptop, dan lainnya) dari energi kinetik dari pergerakan fisik pengguna backpack.

"Energi buangan tersebut sangat berpotensi diolah kembali untuk memenuhi kebutuhan energi konsumen. Sifat energi yang kekal, namun hanya dapat diubah menjadi bentuk energi lain dapat dimanfaatkan," katanya. Mereka menggunakan alat yang dapat mengubah energi kinetik menjadi energi listrik, yaitu "piezoelektrik". Alat ini menghasilkan listrik bila mendapat tekanan atau getaran.

"Alat ini disambungkan ke penyimpan energi listrik yang dapat digunakan men-charge gadget. Saat pengguna backpack memasukkan maupun mengeluarkan barang, saat berjalan, atau gerakan lainnya, alat tersebut akan menyerap energi kinetik dan mengonversinya menjadi energi listrik," katanya.

Ditanya alasan menciptakan inovasi itu, ia mengatakan akhir-akhir ini pembicaraan tentang "green product" makin marak, sehingga membuat produsen berlomba-lomba menghadirkan produk ramah lingkungan. "Semakin hari, produsen semakin dituntut menggunakan material yang mencakup 3R (reduce, reuse, recycle). Konsumsi energi dunia semakin meningkat, berbanding terbalik dengan persediaan energi yang semakin menipis," katanya.

Ironisnya, katanya, banyak energi yang secara tidak sadar terbuang begitu saja, seperti energi kinetik, energi potensial, energi bunyi, dan bentuk energi lainnya. "Itu sebabnya kami menciptakan tas itu," katanya.


sumber: kompas.com
avatar
FLOR_ID
Flor Habbit
Flor Habbit

Jumlah posting : 135
Points : 419
Reputation : 6
Join date : 30.09.12
Age : 32
Lokasi : Bandung

Lihat profil user http://www.dennymartha.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik